Hasil Observasi Kunjungan ke PT.Indocement Palimanan, Cirebon

Posted: November 7, 2009 in Uncategorized

Laporan Kunjungan Perusahaan PT.Indocement Tunggal Prakarsa.Tbk. Cabang Palimanan Cirebon

Tanggal Kunjungan : Sabtu, 22 Oktober 2009
Lokasi : Pabrik PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.Cabang Palimanan, Cirebon, Jawa Barat.
Tujuan : Mengetahui Lebih dalam tentang PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.
Pengobservasi : Peter Nobel Bestian / X-2 / 16

Hasil Observasi :

PT. Indocement memiliki Visi, Misi, dan Moto

Misi : Kami berkecimpung dalam bisnis penyediaan papan, semen dan bahan bangunan yang terkait, serta jasa terkait yang bermutu dengan harga kompetitif dan tetap memperhatikan pembangunan berkelanjutan.
Visi : Pemimpin pasar semen dan agregat yang berkualitas di dalam negeri.
Moto : Turut membangun kehidupan bermutu
Maksud dari Motto Perusahaan Yaitu Bermutu baik dalam Produk dan karya.

Sejarah singkat PT.Indocement
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (“Perseroan”) berdiri pada tanggal 16 Januari 1985. Yang merupakan penggabungan 6 perusahaan semen yang memiliki 8 buah pabrik.

Pada tahun 1973 PT Distinct Indonesia Cement Enterprise (DICE), membangun pabrik semen pertama dengan kapasitas terpasang sebesar 500.000 ton/tahun semen abu-abu, selesai pada tahun 1975 dan diresmikan pada tanggal 4 Agustus 1975. Pabrik ini menjadi pabrik ke satu (Plant-1). Tanggal tersebut kemudian ditetapkan sebagai hari jadi Perseroan.

Pada tanggal 4 Agustus 1976, DICE membangun pabrik kedua dengan kapasitas 500.000 ton semen per tahun. Pabrik ini kemudian menjadi pabrik kedua dari Perseroan (Plant-2).

Tanggal 26 Desember 1978, PT Perkasa Indonesia Cement Enterprise (PICE) meresmikan pabrik semen pertamanya yang memiliki kapasitas produksi 1.000.000 ton semen per tahun. Pabrik ini kemudian menjadi pabrik semen ketiga dari Perseroan (Plant-3)

Tanggal 17 November 1980, PICE meresmikan pabrik semen kedua dengan kapasitas produksi 1.000.000 ton semen per tahun. Pabrik ini menjadi pabrik semen keempat dari Perseroan (Plant-4).

Tanggal 11 Maret 1981, PT Perkasa Indah Indonesia Cement Putih Enterprise (PIICPE) meresmikan pabrik semennya. Pabrik semen ini memproduksi 150.000 ton semen putih (White Cement/WC) dan 50.000 ton semen sumur minyak (Oil Well Cement/OWC) per tahun. Produksi WC dimulai pada tahun 1982, sedangkan OWC diproduksi pada tahun 1983. Pabrik semen ini kemudian menjadi pabrik semen kelima dari Perseroan (Plant-5).

Tanggal 5 September 1983, PT Perkasa Agung Utama Indonesia Cement Enterprise (PAUICE) meresmikan pabrik semennya dengan kapasitas 1.500.000 ton semen per tahun. Pabrik ini kemudian menjadi pabrik keenam dari Perseroan (Plant-6).

Tanggal 16 Desember 1984, PT Perkasa Inti Abadi Indonesia Cement Enterprise (PIAICE) meresmikan pabrik semen dengan kapasitas 1.500.000 ton semen per tahun. Pabrik semen ini kemudian menjadi pabrik ketujuh dari Perseroan (Plant-7).

Tanggal 26 Juli 1985 PT Perkasa Abadi Mulia Indonesia Cement Enterprise (PAMICE) meresmikan pabrik semen dengan kapasitas 1.500.000 ton semen per tahun. Pabrik semen ini kemudian menjadi pabrik kedelapan Perseroan (Plant-8).

Pada tahun 1985 ke 6 perusahaan tersebut bergabung menjadi PT Indocement Tunggal Prakarsa. Kedelapan pabrik tersebut di atas berada di satu lokasi di Citeureup, Bogor, Jawa Barat.

Pada tahun 1991 Perseroan mengambil alih kepemilikan PT Tridaya Manunggal Perkasa Cement (TMPC) yang memiliki kapasitas 1.200,000 ton/tahun, pabrik semen ini terletak di Palimanan, Cirebon, Jawa Barat. Pabrik semen ini menjadi pabrik ke sembilan (Plant-9).

Pada tahun 1996, Perseroan menyelesaikan pembangunan pabrik ke 10 (Plant-10) dengan lokasi dan kapasitas yang sama dengan pabrik ke 9.

Pada tanggal 1 Maret 1999 pabrik kesebelas (Plant-11) yang terletak di Citeureup, Bogor, Jawa Barat diresmikan dengan kapasitas terpasang sebesar 2.400.000 ton per tahun.

Tanggal 29 Desember 2000 dari hasil merger antara Perseroan dengan PT Indocement Investama dan PT Indo Kodeco Cement (IKC), maka Perseroan menjadi pemilik pabrik semen di Tarjun, Kota Baru, Kalimantan Selatan. Pabrik tersebut menjadi pabrik Perseroan keduabelas (Plant-12).

Tanggal 5 Desember 1989 status Perseroan menjadi perusahaan publik (‘Go Public’) , di mana Perseroan mencatatkan sebagian sahamnya di Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES). Dengan status sebagai perusahaan public, maka nama Perseroan ditambah dengan “Tbk.” (yang berarti Terbuka) menjadi PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.

Selanjutnya, pada tanggal 26 September 1994 Perseroan mencatatkan seluruh sahamnya di BEJ dan BES.
Pada 18 April 2001, Kimmeridge Enterprise Pte. Ltd. (anak perusahaan HeidelbergCement Group/”Kimmeridge”) telah membeli seluruh saham Perseroan milik Badan Penyehatan Perbankan Nasional dan PT Holdiko Perkasa. Dengan demikian, pada tanggal tersebut Kimmeridge telah resmi menjadi pemegang saham Perseroan.

Sistem Management Indocement :
Sistem Management Mutu -ISO 9001
Sistem management Lingkungan – ISO 14001
Sistem Management Kesehatan dan keselamatan kerja (SMK3) DAN OHSAS 18001
Sistem Management laboratorium – ISO 17025

Factory Plant Capacity
YEAR PLANT LOCATION PRODUCT EACH PLANT CAPACITY /
ANNUAL TONAGE CLINKER
1975 Plant 1 / Citeureup, Jawa Barat OPC 640.000
1976 Plant 2 / Citeureup, Jawa Barat OPC 534.000
1979 Plant 3 / Citeureup, Jawa Barat OPC 1,024.000
1980 Plant 4 / Citeureup, Jawa Barat OPC 1,024.000
1980 Plant 5 / Citeureup, Jawa Barat OWC/WHC 214.000
1983 Plant 6 / Citeureup, Jawa Barat OPC 1,472.000
1984 Plant 7 / Citeureup, Jawa Barat OPC 1,760.000
1984 Plant 8 / Citeureup, Jawa Barat OPC 1,520.000
1991 Plant 9 / Cirebon, Jawa Barat OPC 1,216.000
1996 Plant 10 / Cirebon, Jawa Barat OPC + PPC 1,216.000
1999 Plant 11 / Citeureup, Jawa Barat OPC 2,400.000
2000 Plant 12 / Tarjun, Kalimantan Selatan OPC 2,400.000
Total Capacity All ITP Plant 15,420.000

Produk-Produk dari PT.Indocement

Portland Composite Cement (PCC)
PCC dibuat untuk penggunaan umum seperti rumah, bangunan tinggi, jembatan, jalan beton, beton pre-cast dan beton pre-stress. PCC mempunyai kekuatan yang sama dengan Portland Cement Tipe I.
Ordinary Portland Cement (OPC)
OPC juga dikenal sebagai semen abu-abu, terdiri dari lima tipe semen standar. Indocement memproduksi OPC Tipe I, II dan V. OPC Tipe I merupakan semen kualitas tinggi yang sesuai untuk berbagai penggunaan, seperti konstruksi rumah, gedung tinggi, jembatan, dan jalan. OPC Tipe II dan V memberikan perlindungan tambahan terhadap kandungan sulfat di air dan tanah.
Oil Well Cement (OWC) OWC adalah tipe semen khusus untuk pengeboran minyak dan gas baik di darat maupun lepas pantai. OWC dicampur menjadi suatu adukan semen dan dimasukkan antara pipa bor dan cetakan sumur bor dimana semen tersebut dapat mengeras dan kemudian mengikat pipa pada cetakannya.
White Cement
Semen putih digunakan untuk dekorasi eksterior dan interior gedung. Sebagai satu-satunya produsen semen putih di Indonesia, saat ini Indocement dapat mencukupi kebutuhan semen putih pasar domestik.
White Mortar TR30
White Mortar TR30 sangat sesuai untuk pekerjaan acian dan nat. Komposisi White Mortar TR30 antara lain Semen Putih ”Tiga Roda”, kapur (Kalsium Karbonat) dan bahan aditif khusus lainnya. Keuntungan menggunakan White Mortar TR30 antara lain, permukaan acian lebih halus, mengurangi retak dan terkelupasnya permukaan, karena mempunyai sifat plastis dengan daya rekat tinggi, cepat dan mudah dalam pengerjaan, hemat karena acian lebih tipis, serta dapat digunakan pada permukaan beton dengan menambahkan lem putih.
Ready-Mix Concrete (diproduksi anak perusahaan)
Beton Siap-Pakai diproduksi dengan mencampur OPC dengan bahan campuran yang tepat (pasir dan batu) serta air dan kemudian dikirimkan ke tempat pelanggan menggunakan truk semen untuk dicurahkan.
Sebagai nilai tambah produk, Beton Siap-Pakai mendatangkan keuntungan yang lebih tinggi dari produk semen lainnya. Mayoritas yang signifikan dari Beton Siap-Pakai Indocement adalah dijual di daerah Jakarta dimana industri pembangunannya sangat baik.
Agregat (diproduksi anak perusahaan)
Tambang aggregates (batu andesit) di Rumpin dan Purwakarta, Jawa Barat dengan total cadangan 130 juta ton andesit, melalui anak perusahaan Indocement akan memperkuat posisi Indocement sebagai pemasok bahan bangunan.

Bahan Baku
Batu Kapur dan pasir merupakan 90% dari bahan baku pembuat semen, yang kami tambang dari lahan pabrik kami. Kami memilki dan mengoperasikan fasilitas pertambangan di Citeureup dan Cirebon, keduanya di Jawa Barat, dan Tarjun, Kalimantan Selatan. Indocement, secara langsung dan tidak langsung, memiliki Hak Pakai atas tanah yang merupakan areal pertambangan. Hak Pakai untuk Jawa Barat yang diberikan saat ini untuk 5 sampai dengan 25 tahun dan dapat diperpanjang. Hak Pakai berakhir antara 2002 dan 2025, dimana penambangan untuk bahan baku untuk P-12 di Tarjun, Indocement telah menandatangani perjanjian sewa dengan Departemen Pertanian dan Kehutanan untuk periode 20 tahun.
Indocement memiliki hak penambangan untuk seluruh lahan pertambangannya. Cadangan tambang dari lahan pertambangan tersebut diestimasikan cukup untuk lebih dari 50 tahun dengan kapasitas penuh produksi.
Selain itu, di tahun 1999, kami menyelesaikan modifikasi peledakan di fasilitas pertambangan kami di Citeureup sehingga dapat menjaga kualitas dari bahan baku secara konsisten.

Proses Produksi
Produksi semen membutuhkan bahan baku yang bersifat kering, proporsional, dan homogen sebelum ditransfer ke dalam tanur pembakaran. Hasil pencampuran ini dikenal dengan nama klinker, yang kemudian dihaluskan dengan campuran gipsum di dalam penggilingan semen untuk menghasilkan OPC atau dicampur dengan bahan aditif lainnya untuk menghasilkan tipe semen yang lain. Rata-rata, sekitar 960 kg klinker menghasilkan satu ton OPC.
Raw Cement Formula
Raw Mat. ChemicalElement Presentage % From
Limestone CaO 80 Local Quarry
Clay Al2O3 10 Local Quarry
Silica Sand Si2O3 4 Rembang
Iron sand Fe2O3 3 Cilacap
Gypsum CaSO4 3 Gresik, Thailand

Penambangan
Bahan baku utama yang digunakan dalam memproduksi semen adalah batu kapur, pasir silika, tanah liat, pasir besi dan gipsum. Batu kapur, tanah liat dan pasir silika di tambang dengan cara pengeboran dan peledakan dan kemudian dibawa ke mesin penggiling yang berlokasi tidak jauh dari tambang. Bahan yang telah digiling kemudian dikirim melalui ban berjalan atau dengan menggunakan truk.
Dalam sistem proses basah, bahan baku dimasukkan ke dalam tanur dengan wujud aslinya yang masih basah, sehingga membutuhkan konsumsi panas yang relatif tinggi. Dalam sistem proses kering, bahan baku telah dikeringkan dan dimasukkan ke tanur dalam bentuk bubuk. Ini memberikan keuntungan sehingga digunakan oleh produsen semen saat ini. Indocement menggunakan proses tanur kering, yang mengkonsumsi panas lebih sedikit dan lebih efisien dibandingkan proses tanur basah.
Proses penambangan berawal dari pengeboran untuk selanjutnya memasukan bahan peledak ke dalam lubang untuk diledakan. Selanjutnya pengangkutan , lalu dikirim ke pabrik dan di pabrik tahap akhir penambangan pemecahan bahan mentah. Pabrik PT.Indocement Palimanan Cirebon Memiliki peralatan 3 drilling, 6 wheel loader, 21 dump truck, 5 buldozer, 4 Excavator.

Pengeringan dan Penggilingan
Semua bahan yang sudah dihancurkan dikeringkan di dalam pengering yang berputar untuk mencegah pemborosan panas. Kadar air dari material tersebut menjadi turun sesuai dengan kontrol kualitas yang telah ditentukan sesuai standar yang telah ditetapkan. Setelah disimpan di Raw Mill Feed Bins, campuran material yang telah mengikuti standar dimasukkan ke dalam penggilingan. Dalam proses penggilingan ini, pengambilan contoh dilakukan setiap satu jam untuk diperiksa agar komposisi masing-masing material tetap konstan dan sesuai dengan standar. Setelah itu tepung yang telah bercampur itu dikirimkan ke tempat penyimpanan.

Pembakaran dan Pendinginan
Dari tempat penyimpanan hasil campuran yang telah digiling, material yang telah halus itu dikirim ke tempat pembakaran yang berputar dan bertemperatur sangat tinggi sampai menjadi klinker. Setelah klinker ini didinginkan, dikirim ke tempat penyimpanan. Selama proses ini berlangsung, peralatan yang canggih digunakan untuk memantau proses pembakaran yang diawasi secara terus menerus dari Pusat Pengendalian. Bahan bakar yang dipergunakan adalah batu bara, kecuali untuk semen putih dan oil well cement digunakan gas alam.

Penggilingan Akhir
Klinker yang sudah didinginkan kemudian dicampur dengan gips yang masih diimpor, kemudian digiling untuk menjadi semen. Penggilingan ini dilaksanakan dengan sistem close circuit untuk menjaga efisiensi serta mutu yang tinggi. Semen yang telah siap untuk dipasarkan ini kemudian dipompa ke dalam tangki penyimpanan.

Pengantongan
Dari silo tempat penampungan, semen dipindahkan ke tempat pengantongan untuk kantong maupun curah. Pengepakan menjadi efisien dengan menggunakan mesin pembungkus dengan kecepatan tinggi. Kantong-kantong yang telah terisi dengan otomatis ditimbang dan dijahit untuk kemudian dimuat ke truk melalui ban berjalan. Sedangkan semen curah dimuat ke lori khusus untuk diangkut ke tempat penampungan di pabrik, atau langsung diangkut ke Tanjung Priok untuk disimpan atau langsung dikapalkan.

Alur Produksi

Lingkungan
Indocement terus berusaha menurunkan emisi gas buangan dan limbah pabriknya yang berarti setiap limbah yang keluar dari pabrik PT. Indocement dipastikan tidak terlalu merusak lingkungan sehingga tidak merugikan warga sekitar pabrik. PT.Indocement juga ikut dalam menghijaukan lingkungan diantaranya penanaman pohon jarak agar biji jarak dapat digunakan sebagai bahan bakar alternative dalam proses pembakaran semen. Selai dari pada itu bahan bakar alternative lainya seperti sekam padi dan Biogas. Serta berusaha untuk terus meneliti bahan alternative lainya sebagai pengganti mnyak bumi jika habis.

Tanggung Jawab Sosial
Tanggung jawab social PT.Indocement berupa berperanya masyrakat dalam berbagai program yang diadakan PT.Indocement seperti program penanaman pohon jarak yang melibatkan masyrakat sekitar dan 80% dari total karyawan PT.Indocement merupakan warga sekitar(Cirebon).
Selain itu juga ada program seperti

Pengolahan sampah rumah tangga
Setelah perkembangan proyek perkebunan pohon jarak membuahkan hasil yang menggembirakan, Indocement kembali meraih keberhasilan melalui proyek pengelolaan sampah rumah tangga, yang diselenggarakan bersama kepala desa dan masyarakat sekitar pabrik. Program ini dirintis pada 2007, dan seperti halnya inisiatif proyek perkebunan pohon jarak, menjadi semakin berkembang di tahun 2008, pada saat pihak yang terlibat dalam proyek ini mulai merasakan manfaat pengolahan sampah tersebut. Mereka tidak hanya memperoleh lingkungan yang bersih dan sehat, namun juga turut memetik manfaat ekonomis dengan mengumpulkan dan mengolah sampah rumah tangga mereka secara benar.
Saat ini, dua fasilitas pengumpulan dan pengolahan sampah rumah tangga telah didirikan di Citeureup dan Cirebon. Setiap hari, kedua fasilitas tersebut memproduksi hingga 1,7 ton sampah yang dikonversi sebagai biomassa dan kompos. Biomassa digunakan sebagai bahan bakar alternatif, sedangkan kompos digunakan sebagai pupuk organik.
Meskipun jumlah bahan bakar yang berasal dari biomassa tak berarti bila dibandingkan dengan kebutuhan energi total Indocement, namun ada manfaat lebih besar yang terkait dengan proyek pengolahan limbah ini – yaitu respon positif masyarakat atas inisiatif dan yang lebih penting lagi, kesadaran yang lebih tinggi akan nilai suatu lingkungan yang bersih dan sehat di sekeliling tempat tinggal mereka.

Sumber Daya Manusia
Indocement sejak dulu telah memiliki hubungan yang baik dan harmonis dengan karyawannya yang berjumlah 5.323 sampai 22 Oktober 2009 dibandingkan karyawan di akhir tahun 2008 yaitu 6.179. Penurunan jumlah karyawan terutama disebabkan oleh pengunduran diri secara sukarela dan memasuki usia pensiun normal. Selain sistem remunerasi dan tunjangan yang kompetitif, karyawan Indocement juga memperoleh pelatihan yang cukup, memiliki kesempatan untuk mengembangkan karir, dan memperoleh lingkungan kerja yang kondusif serta kesempatan setara, yang memberi pengakuan terhadap prestasi dan kerja sama tim. Perjanjian Kerja Bersama antara Serikat Pekerja dan Manajemen Perseroan telah ditaati dengan baik dan mengatur hak dan kewajiban pihak-pihak terkait.
Pada tahun 2008, Indocement memulai Program Pengembangan Eksekutif yang berlangsung selama 12 bulan bekerja sama dengan lembaga pendidikan terkemuka, dan diikuti oleh 30 karyawan Perseroan.
Jumlah Karyawan Cabang Palimanan, Cirebon 715 orang dibagi menurut :
1. Status staf 72 Staff dan 643 Non staff
2. Massa Kerja 0-1 th 4, 2-5 th 1, 6-10 th 48, 11-15 th 320, 16-20 th 43, 21-25 th 256, 26-30 th 41, >31 th 2
3. Jenis Kelamin L=698, W=17
4. Umur 21-25=3, 26-30=60, 31-35=224, 36-40=92, 41-45=110, 46-50=166, 51-55=59, >56=2

Keselamatan dan Kesehatan
Masalah keselamatan dan kesehatan adalah salah satu prioritas utama dari Indocement, dimana Perseroan memberikan perhatian terhadap pelaksanaan dan kepatuhan terhadap prosedur standar baku operasi sebagai suatu cara untuk mengurangi risiko keselamatan dan kesehatan di tempat kerja. Karyawan dan keluarganya mendapatkan fasilitas yang memadai dalam pelayanan kesehatan yang layak, baik di klinik kesehatan yang berada di dalam dan sekitar pabrik, maupun di luar lokasi yang disediakan oleh Perseroan. Fasilitas rawat inap juga diberikan bagi para purnakarya hingga 5 tahun setelah memasuki masa pensiun normal. Inisiatif lainnya dalam hal kesehatan dan keselamatan kerja di Indocement termasuk upaya untuk mengurangi hilangnya waktu kerja sampai ke tingkat Tanpa Kecelakaan (Zero Accident). Indocement juga meningkatkan kesadaran keselamatan kerja para manajer lini dengan mengamati secara cermat kejadian yang masuk kategori “Nyaris- Kecelakaan” (Near-Miss Occurances).

Tinjauan Sumber Daya Manusia
Budaya Indocement di masa lalu menghargai karyawan lebih berdasarkan kesetiaan dan komitmen terhadap Perseroan. Kini, sekalipun loyalitas tetap merupakan sifat yang dihargai Perseroan, para manajer dinilai berdasarkan pencapaian prestasi kerja sebagai tolok ukur keberhasilan. Dengan memandang masa depan yang menjanjikan, Perseroan bertumpu pada karyawan yang termotivasi oleh tantangan, serta memahami bahwa prestasi dan pengakuan hanya dapat diperoleh melalui kerja keras dan upaya yang tidak mengenal lelah dalam meraih hasil terbaik di bidangnya masing-masing.

Tanya Jawab

1. Adakah export ke luar negri PT.Indocement? kalau ada ke mana saja?
a. Ada.
b. Seperti Ke Singapura, Bangladesh, dan Africa.

2. Berapa kebtuhan pasar dalam negri? dan berapa persentase PT.Indocement dalam memenuhinya?
a. Pasar dalam negri 50juta ton per tahun.
b. PT.Indocement memenuhi 32% pasar dalam negri.

3. Produk apa saja yang akan dikeluarkan oleh PT.Indocement ke depan?
a. Produk yang sedang berjalan White mortar yang merupakan semen untuk acian jadi langsung putih dan langsung bisa di cat.

4. Adakah Mutasi Karyawan dari perusahaan PT.Indocement ke Anak Perusahaan?
a. Ada.

5. Dari mana sja supply sekam sebagai vahan bakar alternativ dalam PT.Indocement?
a. Supply sekam berasal dari 3 desa yang berada di sekitar PT.Indocement.

6. Bagaimana dengan kondisi perkebunan jarak Di PT.Indocement cabang cirebon sampai saat ini?
a. Sudah ada sekitar 40 hektar dan semuanya dalam keadaan baik.

7. Di dalam negri PT.Indocement peringkat berapa?
a. Menjadi Peringkat ke 2 setelah Semen Gresik, Semen Padang, dan Semen Tonasa Bergabung menjadi satu perusahaan.

8. Bagaimana Bila Bahan Baku Habis apa yang akan dilakukan oleh PT.Indocement?
a. Akan mencari alternative bahan baku lain yang sampai saat ini masih dalam penelitian.

9. Berapa produksi pabrik cirebon per hari?
a. 8.000 kantong per hari kali 50 kg = 400.000 kg per hari.

10. Berapa pemakaian listrik PT.Indocement per bulanya? Dan berapa biyayanya?
a. Pemakaian 22 mega watt per bulan.
b. Biyaya listrik milyaran per bulan.

11. Bukankah di ke 2 pabrik ada pembangkit listrik sendiri mengapa Pabrik cirebon todak memproduksi listrik sendiri?
a. Sebenarnya pembangkit listrik sudah sap dibangun tetapi karena pemerintahya tidak mengijinkan maka pembangunan dibatalkan.

12. Berasal dari mana semua peralatan di PT.Indocement
a. Pada plant 9 seluruhnya dari Jepang namun pada plant 10 hanya sebagian yang berasal dari Jepang.

13. Berapa energi yang dibutuhkan dalam pembakaran?
a. Energi yang dibutuhkan kurang lebih 26 ton batubara per jam.

14. Apa trik khusus untuk tetap meyakinkan konsumen agar tidak berpindah ke produk lainya?
a. Tetap menjaga mutu yang terdiri dari Kualitas, Harga, pengiriman cepat, Keamanan, dan Moral yang baik.

15. Campuran apa saja yang dibutuhkan dalam semen?
a. Tergantung kebutuhan untuk lebih jelas bisa dilihat dalam http://www.sementigaroda.com.

Comments
  1. Yongky says:

    untuk pengerjaan proyek beton, jalan dan bangunan bertingkat, apakah memerlukan batu andesit, dgn kriteria (Physical Properties) yang sesuai dengan standard di indonesia yg seperti apa?
    terimakasih
    yongky

    • gregoriuspeter says:

      Maaf mas yongki saya bukan bagian dari orang PT.Indocement tapi saya anak SMA yang ngupload hasil kunjungan perusahaan tepatnya ke Pabrik PT. Indocement yg di palimanan Cirebon trimakasih. Menurut saya kalau masalah standart biasanya yang mengerti masalah tersebuat adalah orang sipil atau cari di daftar SNI kan banyak tuh mengenai segala hal. trimakasih telah comment.

  2. gogo says:

    kebetulan ane bekerja di distributornya… artikel yg bagus..

  3. ema says:

    Maksudnya semen gresik,semen padang,semen tonasa,melebur menjadi satu perusahaan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s